PDA

View Full Version : Asmaraman S. Kho Ping [Seri:Suling Emas]


tubak13
19-12-2009, 10:10 AM
Asmaraman S. Kho Ping [Seri:Suling Emas]

http://img695.imageshack.us/img695/5723/sulingemas.jpg (http://www.imagehosting.com/)

Pada jaman lima wangsa ( th.907- 960 ) , kerajaan Nan-Cao merupakan negara kecil di
propinsi Yu-Nan sebelah selatan. Mungkin karena kecilnya kerajaan ini tidak dipandang
mata oleh kerajaan lain, juga oleh kerajaan Sung yang kemudian di bangun.

Akan tetapi, pada pagi hari di pertengahan musim chun ( semi ) itu, banyak sekali tokoh-
tokoh terkenal di dunia kang-ouw termasuk ketua-ketua perkumpulan dari pelbagai
aliran, orang-orang muda yang patut di sebut pendekar silat, dan orang-orang aneh yang
memiliki kesaktian, Datang membanjiri Nan-cao. Apakah gerangan yang menarik para
kelana dan pe tualangan itu mendatangi Nan-cao? Ada pula hal yang menarik mereka
berdatangan dari tempat-tempat yang amat jauh.

Pertama adalah pengangkatan Beng-kauw ( Ketua Agama Beng-kauw ) sebagai Koksu (
Guru Negara ) Kerajaan Nan Cao. Mereka berdatangan untuk memberi selamat kepada
Ketua Beng-kauw yang sudah amat terkenal di dunia kang-ouw. Siapakah tidak mengenal
Ketua Agama Beng-kauw yang bernama Liu Gan dan berju-luk Pat-jiu Sin-ong (Raja
Sakti Berlengan Delapan) Itu ? Pada masa itu, Pat-jiu Sin-ong Liu gan merupakan tokoh
gemblengan yang jarang ditemukan keduanya, jarang menemukan tanding. Selain
memiliki kesaktian hebat, Pat-jiu Sin-ong Liu Gan juga merupakan pendiri Agama Beng-
kauw atau pembawa agama itu dari barat. Tidaklah mengherankan kalau apabila kini
tokah-tokoh dari partai persilatan besar seperti Siauw lim-pai, Kun-lun-pai, Hoa-san-pai,
dan lain-lain mengirim utusan untuk menghaturkan selamat atas pengangkatan tokoh
sakti ini sebagai Koksu Kerajaan Nan-cao.

Adapun hal kedua yang meyebabkan terutama kaum muda, para pendekar perkasa dari
pelbagai penjuru dunia ikut pula berdatangan, adalah tersiarnya berita bahwa puteri
tunggal Pat-jiu Sin-ong hendak mempergunakan kesempatan berkumpulnya para tokoh
persilatan itu untuk mencari jodoh ! Tentu saja hal ini menggegerkan dunia kaum muda,
menggerakan hati mereka untuk ikut datang mempergunakan kesempatan baik mengadu
untung. Siapa tahu ! Nama Liu Lu Sian, puteri Ketua Beng Kauw itu sudah terkenal di
mana-mana. Terkenal sebagai seorang gadis yang selain tinggi ilmu silatnya, juga
memiliki kecantikan seperti dewi khayangan. Terkenal pula betapa gadis jelita ini telah
berani menolak pinangan-pinangan yang datangnya dari orang-orang besar, dari putera-
putera para ketua perkumpulan, bahkan menolak pula pinangan dari istana beberapa
kerajaan !

Tentu saja para pemuda inipun sebagian besar hanya ingin menyaksikan sendiri
bagaimana ujud rupa dan bentuk dara yang terkenal itu, karena jarang diantara mereka
yang pernah melihat Liu Lu Sian. Yang pernah bertemu dengan gadis ini memuji-muji
setinggi langit, terutma sekali tentang kecantikannya, yang menjadi buah bibir para muda,
bahkan entah siapa orangnya yang membuat, telah ada sajak pujian bagi Liu Lu Sian.

"Rambutnya Halus licin laksana sutera harum melambai, meraih cinta asmara ! Mata
indah, kerling tajam menggunting jantung, bulu mata lentik berkedip mesra membuat
bingung ! Hidung mungil, halus laksana lilin diraut, cuping tipis bergerak mesra menambah patut ! Hangat lembut, merah basah juwita Gendewa terpentang berisi sari
madu Puspita !"

Banyak lagi puji-puji yang mesra bagi kejelitaan dara ayu Liu Lu Sian, yang dikagumi
siapa yang pernah melihatnya, dipuji dari ujung rambut sampai ke telapak kakinya !
Memang sesungguhnyalah, Liu Lu Sian seorang dara jelita.

Usianya baru enam belas tahun (pada jaman itu sudah dewasa dan masak) Namun ilmu
silatnya amat tinggi. Hal ini tidak mengherankan karena semenjak kecilnya ia
digembleng oleh ayahnya sendiri. Hanya sayang bahwa sejak berusia dua tahun, Liu Lu
Sian telah ditinggal mati ibunya. Ia tidak pernah merasa kasih sayang ibu kandung dan
mungkin hal ini yang membuat ia menjadi seorang gadis yang berwatak aneh, riang
gembira, lucu jenaka, akan tetapi juga liar bebas, tak terkekang ingin menang dan
berkuasa saja, tidak mau tunduk kepada siapapun juga.

Para muda yang mendatangi Nan-Cao semua tahu belaka betapa sukarnya memperoleh
gadis puteri ketua Beng-kauw itu. Bagaikan setangkai bunga, Lu Sian adalah bunga
dewata yang tumbuh di puncak gunung yang amat tinggi dan sukar didapatkan.

Dara itu puteri tunggal Pat-Jiu Sin-ong yang sakti, yang tentu saja menghendaki seorang
mantu pilihan, baik dipandang dari sudut keturunan, keadaan, maupun tingkat
kepandainnya. Bahkan kabarnya dara itu hanya mau menjadi isteri seorang pendekar
muda yang mampu mengalahkan dirinya ! Namun, para muda yang sudah dimabok
asmara, bagaikan serombongan semut yang tertarik oleh harum dan manisnya madu,
tidak takut bahaya, berusaha mendapatkannya biarpun bahaya mengancam nyawa.

Tiada hentinya para muda itu mempercakapkan tentang Lu Sian, memuji-muji
kecantikannya, menyatakan harapan-harapan muluk ketika mereka bermalam dirumah-
rumah penginapan di kota raja sambil menanti saat dibukanya kesempatan bagi mereka
untuk memasuki halaman gedung Pat-jiu Sin-ong beberapa hari lagi, dimana selain
hendak ikut memberi selamat, merekapun berharap akan dapat menyaksikan kehebatan
dara yang mereka percakapkan dan yang kembang mimpi mereka setiap malam.

Liu Lu Sian bukan tidak tahu akan hal ini. Gadis yang manja ini maklum sepenuhnya
bahwa ia menjadi bahan percakapan dan pujian. Maka pada pagi hari itu, dua hari
sebelum ayahnya menerima para tamu, ia sengaja mengenakan pakaian indah,
menunggang seekor kuda putih, lalu melarikan kudanya mengelilingi kota raja ! Memang
hebat dara ini. Wajahnya kemerahan, berseri-seri dan pada kedua pipinya yang bagaikan
pauh dilayang (merah jambu) itu, nampak lesung pipit menghias senyum dikulum.
Rambutnya yang hitam gemuk digelung keatas, diikat rantai mutiara dan ujungnya
bergantung dibelakang punggung, halus melambai tertiup angin. Tubuhnya amat
ramping, pinggangnya kecil sekali dapat dilingkari jari-jari tangan agaknya, terbungkus
pakaian sutera merah muda bergaris pinggir biru dan kuning emas, ketat mancetak bentuk
tubuh yang padat berisi karena terpelihara dan terlatih semenjak kecil.


Lanjutannya silahkan baca disini :
Asmaraman S Kho Ping Ho - Seri Suling Emas (http://www.bukeksiansu.maxpay.org/SulingEmas/index2.html)