View Full Version : Kenapa Aku Gay? (My Diary)
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:32 PM
Gelisahku (http://bukuharianseoranggay.blogspot.com/2009/07/gelisahku.html)
Aku dilahirkan ... th yang lalu di sebuah desa kecil perbatasan kota Pasuruan dan Malang. Emir anggaplah itu namaku. Boneka-bonekaan, lompat tali, bola bekel adalah mainan kesukaanku sehingga teman-teman suka mengolok-olok aku dengan sebutan "banci", sakit sebenarnya tapi aku tidak bisa melawan karena fisikku yang kecil dan lemah. kondisi ini terus berlanjut sampai aku beranjak remaja, saat usia puber menghapiriku rasa suka kujatuhkan pada teman pria ku bukan pada teman cewek seperti yang seharusnya.
waktu itu aku nggak ngerti mengapa aku seperti itu dan aku juga belum tahu kalau orang seperti aku disebut GAY, yang aku tahu hanya aku merasa senang melihat teman-teman cowok telanjang waktu kita mandi bareng di sungai, apalagi waktu mandi bareng sama orang yang lebih dewasa, melihat tubuh atletis telanjang dada yang bidang dan tentunya "adiknya" yang gede menggantung indah adalah saat-saat yang selalu ku nantikan.
Tapi semua itu hanya bisa kupandang dan kunikmati dalam hati tanpa ada keberanian untuk menyentuh dan merabahnya bahkan sampai usiaku menginjak 30th belum pernah sekalipun aku mempunyai boy friend atau sekedar Te-Te-eM, tidak ada keberanian dalam diriku untuk membuka jati diri, jadi jangankan untuk Em-El, sekedar berpegangan tangan apalagi untuk berpelukan aku tidak berani, jadi kalau ada cowok yang sesuai dengan kriteriaku aku hanya menikmatinya dalam hati dengan cara curi-curi pandang.
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:37 PM
Aku sedih sekali karena aku adalah seorang gay. Aku bingung terhadap yang terjadi dalam diriku. Ada yang mengatakan, gay itu karena pilihan hidup, sedangkan yang aku rasakan tidak. Kalau menjadi seorang gay atau bukan adalah suatu pilihan hidup, mungkin aku memilih untuk jadi seorang yang normal.
Tapi, untuk memaksakan rasa cinta terhadap wanita sangatlah susah, walaupun rasa cinta terhadap wanita juga ada tapi sangat kecil. aku tidak bisa menipu diriku sendiri. Perasaan suka terhadap sesama jenis datang begitu saja dan aku sepertinya sulit untuk menghindarinya. Sebenarnya, sudah dari sejak aku SD, aku sudah merasa keanehan itu. Tapi, aku pendam saja sendiri. Tidak ada seorangpun yang tahu.
Andaikan saja kalian tahu, aku merasa tertekan sekali dengan keadaanku yang sekarang ini. Aku bersikap munafik di depan keluarga dan lingkunganku. Aku berpura-pura suka terhadap wanita, walaupun sesungguhnya tidak. Belum lagi, orang tua dan saudaraku yang menganggap jijik seorang yang gay. Semuanya itu buat aku tertekan.
Selama ini aku belum pernah pacaran sama wanita maupun pria. Aku berusaha untuk tidak terlibat hubungan dengan sesama gay, karena aku takut akan Tuhan.
Aku binggung, Tuhan hampir memberikan semua kebaikan-Nya padaku, tapi kenapa kekuranganku justru menjadi seorang gay. Tuhan menjadikanku saluran berkat bagi keluargaku karena aku adalah penopang ekonomi keluarga. Aku bingung, apakah semua kebaikanku ini adakah hitungannya? Walaupun aku adalah seorang gay. Dan kenapa justru aku yang seorang gay yang diberikan mudah rejeki dari Tuhan? Kenapa bukan saudaraku yang lain? Bukannya aku tidak mensyukuri pemberian Tuhan, tapi aku merasa tidak pantas menerima semua kebaikan Tuhan.
Terkadang, ketika aku merasa putus asa, aku sempet berpikir, kalo aku mati dalam keadaan menjadi seorang gay yang belum pernah berhubungan dengan sesama jenis, apakah aku akan masuk neraka atau surga?
Dan andaikan saja suatu saat kelak aku memaksakan menikah dengan seorang wanita, apakah keturunanku ada kemungkinan menjadi seorang gay juga?
Gw liat di TV, ada seorang gay yang bertobat dan menikah dengan seorang wanita dan hidup normal. Apakah seorang gay bisa benar2 sembuh?
Perasaan ku semakin tertekan ketika aku jatuh cinta terhadap pria. Karena aku tidak bisa memilikinya.
Aku bingung sekali harus melakukan apa supaya aku bisa sembuh?
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:45 PM
bidadari dengan dengan sayap kehengingan
Aku adalah keresahan hati
Di Rindu diam Di sakit rindu
tarian pilu jejantung
Di sela-sela sunyi sendiri
bagaimana aku dapat melukis wajah
bidadari dengan dengan sayap kehengingan
Bibir sendu tersenyum memandu
Sayap indah yang kini teramat asing
Dengan rindu menebal kulukisi kanvas waktuku
Hingga Tatap mata itu menerawang masa itu
cinta cintaku detik harus berhenti saat ini
Bersama Impian yang hilang bagaikan awal yang tiada
dan hidup harus terjalani juga.
dengan tanyaku tak terjawab
dalam mimpi segala angan demikian ragu menggodaku.
yang lelah melangkah ke cakrawala di ujung sepi sendiri
seperti rasa yang mengetuk, sebuah lampau
demikian kenang tak sirna ke segala tiada
mengapa sang waktu tak lumatkan segala mimpiku
Aku hanya lelaki yang menulis dengan goresan airmata
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:46 PM
Terdiamku di sudut ke hampaan
Kau berada tepat di depan
Tapi dekat jarak ini menjadi dinding penghalang
Karena tak pernah bisa ku ungkap rasa yang hilang
Wahai kau wanita yang meluluhkan hatiku
Kau cairkan hati begitu cepat
Mengapa hanya hati yang bicara
Kau buat hilang logika yang kupunya
Kau membuatku tak karuan
Dalam kehidupan yang telah kususun dengan indah
Kau datang dengan impian
Dan kau bermain didalam perasaan
Tapi tak sedetikpun kau hiraukan
Hati ini yang terus mengharapkan
Impian, rasa ini terlalu indah
Kenyataan terlalu pahit kenyataan
Kau yang terus kupuja
Tak adakah sedikit rasa
Untuk diriku yang sedang merana
Menanti kasih yang tak kunjung tiba
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:48 PM
Rindu
Aku setuju bahwa dia adalah sahabatku
Aku setuju bahwa dia pengisi hatiku
Karena kepadanya aku akan bisa merasakan
Bahwa setiap orang pasti bangga ketika bisa membuat seseorang tertawa
Tepat seperti orang itu membuat kita pernah tertawa...
Aku bisa tertawa bersamanya...
Aku setuju bahwa dia adalah kekasihku
Aku setuju bahwa dia pelengkap jiwaku
Karena kepadanya aku akan bisa merasakan
Bahwa setiap orang mendapat damai ketika bisa bersandar ke hati seseorang
Yang saat itu juga tangannya mendekap getar jantung kita dengan hangat...
Aku telah lama berbagi dengannya...
Aku setuju bahwa dia berarti bagiku
Aku setuju bahwa dia membuatku ingin berarti
Aku setuju bahwa cinta sangat berarti
Aku setuju bahwa rindu membuatnya semakin berarti
Dan rindu ini membuatku harus setuju
Bahwa cinta juga tak berarti selalu bersatu
Aku setuju
Bahwa aku sedang bertarung dengan waktu...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:48 PM
Candik Ala
Ojo njangkah latare omah, Dimas...
Nadian lemahe kae kuning kaya kencana
Kaya dene blakamu manawa cahyane iku endah..
Ojo...
Katonane megane Sang Hyang Sambu,
Katon yen iki kalaning lelara
Jalaran sumirat si Candik Ala,
Alaning kala yo wancine kowe cumedak
Ono ing sakdakepe lengenku...
Ojo dadi alaning tresno...
Sedela bakal ndang peteng jagade
Moga Hyang Batara rawuha angusadha...
Ya Batara Kamajaya dewaning asmara
Tresnaku mring kowe Dimas,
Moga kasucekna nadian katumekan titi mangsa
Titi mangsane Candik Ala...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:49 PM
Puisi Untuk Ben
Ben...,
Begitu mereka mengenalku...
Sejak pertama aku menghadap komputer
Lalu mengetikkan sebuah nick
Dan asyik menjelajahi ruang dan waktu dunia maya...
Sejak itulah,
Mereka memanggilku begitu...
Ben...,
Begitu aku mengenalmu...
Ramah seperti makanan renyah,
Lucu seperti badut bergincu,
Menyebalkan seperti tukang kredit...
Karakter maya yang bisa menghibur,
Begitu aku menganggapmu...
Ben...,
Siapapun aku dan siapapun kamu,
Dengan nama itu
Kita hanyalah kreasi dunia maya,
Yang akan mengembun lagi ke dunia nyata...
Ben...,
Itulah sisi lain kita...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:50 PM
RUMAH LAVENDER
aku tak akan bisa memelukmu karena kau adalah kabut putih yang berkelebat
dalam pagiku yang pekat, dan kau adalah nama yang diam diam ingin
kuteriakkan saatku lelah namun sekat sekat telah melelehkan suara yang tak
akan pernah terdengar - kau adalah maya...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:50 PM
Aku Ingin Tetap Mencintaimu
Inilah yang aku rasakan tentangmu...
Kau adalah tempat di mana aku menemukan kepercayaan
Untuk bicara bahwa aku butuh seorang pendengar
Kau adalah tempat di mana aku merasa nyaman
Untuk membuka diri bahwa aku telah hidup dalam sebuah rahasia...
Inilah yang ingin kuungkapkan padamu...
Kau adalah tujuan ketika aku ingin membawa rasa cintaku
Bukan dengan kesadaranku,
Hanya dengan kata hatiku...
Bahwa aku tulus mencintaimu...
Inilah yang ingin kubisikkan padamu...
Kau adalah ranjang ketika aku ingin meletakkan segenap rinduku
Yang telah lama kehilangan arah,
Mencari sebuah perhentian yang sejuk di antara setiap penat ruang dan waktu...
Aku tulus mengulurkan jariku untuk menyentuhmu
Sebagai sebuah keberadaan yang indah dan nyata bagiku...
Aku ingin kau tahu,
Bahwa aku hanya ingin kau tahu...
Aku ingin kau mengerti,
Bahwa aku hanya mencoba membuatmu mengerti...
Bahwa aku memintamu...
Bahwa aku mengetuk hatimu...
Dan bahwa aku tak mencoba sedikitpun,
Berdiri di ruang kebebasanmu untuk membiarkan hatimu yang bicara...
Dan hatimu bicara padaku,
Membuatku menjadi lebih mengerti,
Bahwa aku sekedar singgah di serambi hatimu yang teduh...
Terima kasih,
Kau membuatku sedikit damai untuk berani berpikir,
Bahwa akhirnya aku harus memahamimu sebagai sepotong bagian dari pencarianku...
Bahwa kau bukan cinta sejati untukku berhenti selamanya...
Tapi kini biarkan sekali lagi aku berusaha membuatmu mengerti...
Setelah satu permintaan yang tak mungkin kuteruskan,
Aku akan mencintaimu dengan cara yang lain...
Aku ingin mencintaimu dengan membuatmu mengerti,
Bahwa aku mungkin akan meninggalkan persinggahanku di hatimu
Tapi telingaku tak berhenti terbuka untuk panggilanmu,
Meski sekedar untuk membuatmu tak merasa sendiri
Dan tak merasa sepi...
Meski ruang tak akan menempatkanmu dalam rengkuh pelukanku,
Dan waktu tak akan selamanya membawa aroma tubuhmu ke ujung hidungku,
Tapi hatiku selalu dekat pada jiwamu yang mampu membuatku tenang...
Dan pada akhirnya,
Aku tak ingin berhenti mencintaimu...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:52 PM
Tahukah bahwa aku kembali ke veranda itu dan menapaki jalan jalan bertabur lavender khayalan, mengumpamakan apa jadinya senja senja yang akan datang tanpa atau dengan dirimu,
akankah pula deretan camar di ujung langit timur akan pula berputar haluan meninggalkan pusaran angin yang tak jelas, mereka memburu kehangatan di sembarang musim dan merindukan dekapan matahari
ingin kutangkap waktu yang telah terbang dan kupatahkan sayap yang membawanya mengelana,
karena kau adalah milikku tanpa sanggah
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:53 PM
IBU
Kau melahirkanku dengan perjuangan yang tak akan pernah dipahami oleh lelaki...
Kau mengasuhku dengan kelembutan yang tak tersentuh oleh tangan seorang ayah...
Kau membesarkanku dengan kebesaran hati melebihi seorang raja...
Kaulah perempuan yang paling aku cintai...
Gurat wajahmu adalah yang bersaksi kepada waktu bahwa kau telah mengukir cintamu di hatiku...
Keriput tanganmu adalah yang bersaksi kepada langit bahwa jutaan doa telah kau panjatkan untukku...
Kapal telapak kakimu, adalah yang bersaksi kepada bumi bahwa jutaan langkah telah kau tempuh untuk membuatku bahagia...
Aku tahu,
Kau bukan perempuan yang pandai...
Aku pun tahu,
Kau bukan perempuan yang berwibawa...
Aku melihatmu,
Menangis, tertawa, tersenyum, dan mengeluh di antara sayupan angin nasib manusia...
Sejengkal kau rapuh,
Selangkah kau tegar...
Kau pun manusia tak sesempurna dewa-dewi...
Tapi aku memanggilmu 'Ibu',
Tetap dan akan selalu kupanggil begitu...
Sebab bagiku kau adalah seorang ibu yang layak sepenuh hatiku untuk kupanggil 'Ibu'...
Kaulah perempuan yang telah menyentuh hatiku,
Dengan cinta yang tak akan dimiliki oleh perempuan lain...
Itulah mengapa aku memanggilmu,
'Ibu'...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:54 PM
Cintaku Padamu
Aku mencintaimu hari ini...
Dan hari ini aku yakin aku tetap mencintaimu esok hari...
Sebab kemarin aku juga telah menebak bahwa hari ini aku masih mencintaimu...
Kau sudah cukup dewasa untuk kuberitahu arti dari cinta...
Adakah yang lebih penting untuk kau ketahui,
Tentang cintaku padamu,
Selain itu...?
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:55 PM
Sesat
Rasanya aku terlalu rindu padamu...
Aku ingin memelukmu sekarang,
Menciummu dan menyingkap lembar bajumu...
Aku ingin menelanjangimu dalam sapuan nafasku..
Kau membuatku buta dengan kepergian yang terlalu lama...
Kau membuatku tak ingin basa-basi dengan perasaan...
Jadi datanglah segera
Redakan amarahku kepada waktu...
Lalu ajarkan padaku satu cara untuk mencintaimu
Dalam kehormatan dan kesabaran,
Aku terlalu marah pada takdir
Yang tak mempertemukan kita pada batas pencarian yang sama...
Ajari aku
Mengheningkan nafsu,
Untuk tetap mencintaimu meski tanpa memiliki hatimu...
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:56 PM
Pancaroba
Aku tak di sampingmu
Ketika kau menemukan seseorang yang kaukagumi
Aku tak ikut meneguk anggur kebahagiaan dalam cawanmu
Sulit bagiku…
Aku tak di sampingmu
Ketika kau sedang patah hati
Aku tak menyeka air matamu seperti madu di bunga yang sudah layu
Tak mungkin bagiku…
Aku bukan segalanya bagimu
Dan aku tak bisa memberimu segalanya
Aku bukan tempat yang menampung semua suka dan dukamu…
Aku tak selalu ada di setiap waktu…
Kau dan aku,
Sedang berada dalam berbagai kemungkinan
Pertemuan kita adalah kejujuran yang terlalu membisu
Dan terkecoh oleh masa lalu yang sudah cukup dulu…
Kini aku ingin kau tahu…
Aku adalah tempat di mana ada tersimpan suatu harapan
Bahwa kata cintaku akan menangkap angin sejuk untuk meniup kemaraumu,
Dan tanganku membentang kebeningan yang hangat yang akan menyapu mendungmu…
Seperti terlalu lama bagiku,
Musim begitu ambigu untuk menunjukkan pertanda ke mana cinta harus mencari lagi…
Bila aku terlalu gelisah bertanya perasaanmu,
Hanya sebab aku ingin menjadi yang baru bagi hatimu…
Aku bukan siapa-siapa
Tapi aku ingin menjadi seseorang bagimu…
Aku tak ingin menjadi segalanya bagimu
Aku hanya ingin menjadi cintamu…
Dan itu tulus…
Aku tak selalu di sampingmu
Tapi aku selalu di belakangmu dan tak berhenti berharap,
Kau memberi aku tempat di sampingmu
Dan di situ…, di dalam hatimu…
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:57 PM
Pancaroba
Aku tak di sampingmu
Ketika kau menemukan seseorang yang kaukagumi
Aku tak ikut meneguk anggur kebahagiaan dalam cawanmu
Sulit bagiku…
Aku tak di sampingmu
Ketika kau sedang patah hati
Aku tak menyeka air matamu seperti madu di bunga yang sudah layu
Tak mungkin bagiku…
Aku bukan segalanya bagimu
Dan aku tak bisa memberimu segalanya
Aku bukan tempat yang menampung semua suka dan dukamu…
Aku tak selalu ada di setiap waktu…
Kau dan aku,
Sedang berada dalam berbagai kemungkinan
Pertemuan kita adalah kejujuran yang terlalu membisu
Dan terkecoh oleh masa lalu yang sudah cukup dulu…
Kini aku ingin kau tahu…
Aku adalah tempat di mana ada tersimpan suatu harapan
Bahwa kata cintaku akan menangkap angin sejuk untuk meniup kemaraumu,
Dan tanganku membentang kebeningan yang hangat yang akan menyapu mendungmu…
Seperti terlalu lama bagiku,
Musim begitu ambigu untuk menunjukkan pertanda ke mana cinta harus mencari lagi…
Bila aku terlalu gelisah bertanya perasaanmu,
Hanya sebab aku ingin menjadi yang baru bagi hatimu…
Aku bukan siapa-siapa
Tapi aku ingin menjadi seseorang bagimu…
Aku tak ingin menjadi segalanya bagimu
Aku hanya ingin menjadi cintamu…
Dan itu tulus…
Aku tak selalu di sampingmu
Tapi aku selalu di belakangmu dan tak berhenti berharap,
Kau memberi aku tempat di sampingmu
Dan di situ…, di dalam hatimu…
Maho bebe17.com
12-01-2010, 08:59 PM
wahai bidadari,
aku hanyalah angin lalu, tak perlu kau hirau
aku hanyalah seekor burung yang bersiul, tak perlu kau hirau
aku hanyalah jangkrik tersembunyi rerumputan, tak perlu kau hirau
aku hanyalah ombak yang menabuh deburan, tak perlu kau hirau
aku hanya cermin yang memantulkan bayangan, tak perlu kau hirau
selayaknya cermin aku bercerita bayangan apa yang tampak didepan wajah cerminku....
lalu,
apa masalahnya kalau aku ini gay?
aku toh masih manusia, yang bisa mencintai dengan tulus.
aku masih bisa merasa, mencecap, mencium
yang mungkin kamu lupa...
aku juga punya airmata.
jadi berhenti untuk menghakimiku
berhenti untuk memojokkanku
behenti untuk mencibirku
berhenti untuk menyakitiku
sebab aku berani adu...
tulus manakah hatiku atau hatimu?
Maho bebe17.com
12-01-2010, 09:05 PM
HASRAT
Matamu adalah hanyutku
Bibirmu adalah desir darahku
Lehermu adalah deru nafasku
Dadamu adalah gemetarku
Nafasmu adalah nafsuku
Aromamu adalah imajiku
Gerakmu adalah rangsanganku
Suaramu adalah pemacuku
Keindahanmu adalah orgasmeku...
Kepolosanmu,
Adalah rasa berdosaku...
Cintaku adalah cinta biasa,
Cukup butuh kau mengerti,
Tapi jangan kau hakimi...
mau_mau
21-01-2010, 12:04 AM
lah kalo di tv pernah lihat ada gay yg bisa normal, kenapa gak di tiru aja tips nya untuk kembali "normal"?????
vermilion
19-02-2010, 10:11 PM
ini trit apa to??? :(
paidjo
08-09-2010, 03:34 PM
kalo cerita sampeyan bener ...
saya salut sama sampeyan ...
lebih baik "membujang" daripada dilaknat Tuhan ...
Lanjut terus perjuangan sampeyan mas ...
Semoga cepat sembuh!
tokek1
03-10-2010, 08:32 PM
klo saya pikir kamu mau berubah langsung aja kayak ganti chanel TV...chanel 1. GAY...chanel 2. BANCI...chanel 3. NORMAL....klo kamu udh umur 30th belum ganti chanel dan bicara Indah sekali melihat pria telanjang yang mengantung di bawah puser tapi belum berani merabanya...itu artinya kamu seneng jd Banci ato Gay, itu sebenarnya ga masalah Gay...Or...Banci...contohnya di Indonesia klo mau jadi presenter harus Banci...ato kebanci bancian pasti laku jadi presenter...
vBulletin® v3.8.7, Copyright ©2000-2012, vBulletin Solutions, Inc.