PDA

View Full Version : [SEJARAH] Kota Bekasi


freshwater
27-10-2009, 03:16 AM
sebelumnya saya mau minta ijin untuk membuat thread ini :malu


Pemerintah Kota Bekasi secara geografis termasuk propinsi Jawa Barat.
Dalam perkembangannya dari masa ke masa memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna.
Dan keberadaannya tak dapat dipisahkan dari sejarah terbentuknya Kabupaten Bekasi.

Adalah Kota Bekasi sebuah kota yang terletak di sebelah timur Jakarta yang berbatasan dengan Jakarta di barat, Kabupaten Bekasi di utara dan timur, Kabupaten Bogor di selatan, serta Kota Depok di sebelah barat daya. Bekasi merupakan salah satu kota penyangga Ibukota Negara Indonesia Jakarta selain Tangerang, Bogor, dan Depok. Kota Bekasi juga dikenal sebagai tempat tinggal para komuter yang bekerja di Jakarta. Jumlah Penduduknya sekitar 1.932.000 (2003)· Kepadatan 9.178 jiwa/km˛ dengan luas 210,49 km2.

Dari perkembangan Kota Bekasi dari waktu ke waktu—mulai sejak zaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan hingga terbentuknya Republik Indonesia saat ini—Kota Bekasi terlihat dinamis.

A. Bekasi Pada Jaman Belanda
Pada zaman Belanda, wilayah Bekasi hanya merupakan kewedanaan (district) yang termasuk regenshaf (kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu, kehidupan sistem kemasyarakatan, khususnya di sektor ekonomi dan pertanian didominasi atau dikuasai oleh para tuan tanah keturunan Cina. Sehingga, dengan kondisi tersebut, seolah-olah Bekasi memiliki bentuk pemerintahan ganda; yaitu pemerintahan tuan tanah dan/di dalam pemerintahan colonial. Kondisi ini berlangsung hingga kependudukan Jepang.

B. Bekasi pada Zaman Pendudukan Militer Jepang
Tepatnya pada bulan Maret 1942, pemeritah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada bala tentara Dai Nippon. Tentara pendudukan Jepang melakukan Japanisasi di seluruh sektor kehidupan, termasuk mengganti nama Batavia dengan Jakarta. Dan Regenschap Meester Cornelis berubah menjadi Ken Jatinegara. Di mana batas wilayahnya meliputi Gun Bekasi, Gun Cikaran, dan Gun Matraman.

C. Bekasi Zaman Perang Kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan Bekasi kembali berubah nama. Ken menjadi Kabupaten, Gun berubah menjadi Kewedanaan, Son diubah menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa. Sementara sedung kabupaten Jatinegara yang membawahi kewedanaan Bekasi, saat ini digunakan oleh Kodim 0505 Jakarta Timur. Karena tentara pendudukan sekutu mentukan garis keamanannya hingga ke Warung Jengkol (kini terletak di terminal Pulo Gadung Klender).
Dalam upaya mempertahankan perang melawan gerilya menghadapi agresi Belanda, maka ibukota kabupaten Jatinegara sering berpindah-pindah. Pertama, di Tambun, lalu kemudian di Cikaran. Setelah itu, dipindahkan lagi ke Bojong (Kedunggede) saat Rubaya Suryanata Mihardja yang menjabat sebagai bupati kabupaten Bekasi. Kemudian, pada saat pendudukan oleh tentara Belanda, kabupaten Jatinegara dihapus dan kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis; yaitu menjadi kewedanaan.

D. Bekasi di Tahun 1959 hingga Terbentuknya Kota Bekasi
Sekitar bulan Maret 1949, Taringgul di Purwakarta dijadikan tempat kedudukan residen militer RI daerah V yang dipimpin oleh Letkol Sambas Admadinata sebagai residen dan Mu’min selaku residen militer daerah V. Dan Bupati Kabupaten Jatinegara Mr R Soehanda Oemar berkantor di Gedung Papak Jatinegara, yang diayomi oleh perwira distrik militer Letda R yusuf. Kabupaten Jatinegara pernah berkantor di pabrik sepatu Malino, Gang Binares, Pisangan Lama karena perselisihan antara pihak republik (RI, red) dengan pihak Belanda, yaitu orang Nica.

Pada tanggal 17 Februari 1950, sekitar 40.000 masyarakat Bekasi melakukan unjuk rasa di Alun-alun Bekasi (sekarang ditandai dengan monumen). Rakyat Indonesia, Bekasi itu menyampaikan pernyataan sikapnya pada dunia yang dihadiri oleh Bapak Mu’min selaku Residen Militer Daerah V berserta rombongan. Pertama, bahwa rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI). Selanjutnya, rakyat Bekasi mengajukan usul kepada pemerintah pusat agar kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi.

Kabupaten Bekasi terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tertanggal 15 Agustus 1950. Pada saat itu, Kabupaten Bekasi terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamantan dan 95 desa. Waktu itu kecamatan Cibarusah termasuk wilayah Kabupaten Bekasi. Sekedar diketahui, angka-angka itu terungkap apik di dalam lambang Kabupaten Bekasi. Moto Kabupaten Bekasi, “Swatantara Wibawa Mukti.” Selanjutnya, pada tahun 1960, kantor Kabupaten Bekasi dipindahkan ke Bekasi dari Jatinegara.
Perkembangan pemerintahan RI pada waktu itu menuntut adanya pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Maka, pada tahun 1982 Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Daerah Tingkat II Bekasi dipindahkan oleh Abdul Fatah selaku Bupati ke Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 1, yang sebelumnya berlokasi di Jalan Ir H Juanda.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 1981 Kecamatan Bekasi ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administrasif Bekasi yang meliputi 4 kecamatan; Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara. Dari keempat kecamatan itu terdiri 18 kelurahan dan 8 desa. Pemekaran itu dilakukan atas tuntutan masyarakat perkotaan yang memerlukan adanya pelayanan khusus. Pembentukan Kota Administrasi Bekasi digelar pada tanggal 20 April 1982 yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Adapun yang menjabat sebagai Walikota Administrasi Bekasi adalah Drs Andi R Sukardi hingga 1988, dan digantikan oleh Drs H Kailani AR.
Dengan adanya konsep Botabek yang didukung oleh Inpres Nomor 13 Tahun 1976 sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan Kota Administrasi Bekasi sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan ibukota negara, DKI Jakarta.

Dengan kondisi itu, maka Kota Administrasi Bekasi dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya yang berada di wilayah kerja Kabupaten Bekasi mengalami pertumbuhan yang amat pesat. Sehingga memerlukan peningkatan dan pengembangan sarana dan prasaran sebagai syarat pengelolaan wilayah.

Selain itu, perkembagan yang ada telah menujukkan bahwa Kota Administrasi Bekasi mampu memberikan dukungan penggalian potensi di wilayahnya untuk menyelenggarakan otonomi daerah. Dan untuk mendukung jalannya roda pemerintahan, maka keluarlah UU Nomor 9 Tahun 1996 yang mendukung berubahnya Kota Administrasi Bekasi menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi.

Sedangkan wilayah kerja Eks Kota Administrasi Bekasi meliputi Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Timur dan ditambah wilayah kerja Kecamatan Pondok Gede, Jatiasih Bantar Gebang serta Kecamatan Pembantu Jatisampurna. Kesemuanya itu meliputi 23 desa dan 27 kelurahan. Pejabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi dipegang oleh Drs H Kailani AR selama 1 tahun. Selanjutnya, dijabat secara definitif oleh Drs H Nonon Sonthanie yang terhitung sejak tanggal 23 Februari 1998.

Dalam perkembangannya, telah terjadi perubahan jumlah dan status kelurahan/desa. Maka, berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri bernomor 140/2848/PUOD tanggal 3 Februari 1998 dan sesuai keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 50 Tahun 1998, mengubah status 6 desa menjadi kelurahan, pemecahan 2 kelurahan baru. Sehingga jumlah desa/kelurahan di Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi menjadi 52 desa. Masing-masing 35 jumlah kelurahan dan 17 jumlah desa.

Seiring dengan berlakunya UU Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah telah mengubah paradigma penyelenggaraan pemerintah daerah. Atas landasan itu pula nomenklatur pemerintah daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi berubah menjadi Kota Bekasi. Berdasarkan UU Nomor 22/1999, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Daerah Otonomi serta PP Nomor 84 Tahun 2000 Tentang Pedoman Organisasi Pejabat Daerah, telah melahirnya peraturan daerah Nomor 9, 10, 11 dan 12 Tentang Pengaturan Organisasi Perangkat Daerah.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lewat Perda (peraturan daerah) maka terbitlah Perda Nomor 14 Tahun 2000 yang menyesahkan terbentuknya 2 kecamatan baru: Kecamatan Rawa dan Medan Satria. Sehingga Kota Bekasi terdiri atas 10 kecamatan. Dan berdasarkan Perda Kota Bekasi Nomor 02 Tahun 2002 Tentang Penetapan Kelurahan, maka seluruh desa yang ada di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan, sehingga Pemko (pemerintah kota) Bekasi mempunyai 52 pemerintahan di kelurahan.

Seiring waktu perjalanan Pemko Bekasi mengalami pemekaran kembali. Itu didukung oleh Perda Pemko Bekasi Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Wilayah Administrasi kecamatan dan kelurahan, maka wilayah administrasi Kota Bekasi menjadi 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Semua itu ditempuh untuk meningkatkan pelayanan dan mengayomi masyarakat yang ada di wilayah Administrasi Kota Bekasi. Tak lama kemudian, terbitlah Keputusan DPRD Kota Bekasi Nomor 37-174.2/DPRD/2003 tertanggal 22 Februari 2003 tentang penetapan walikota Bekasi dan wakilnya periode 2003-2008. Yang dilanjutkan dengan keputusan Mendagri bernomor: 131.32-113 Tahun 2003 Tentang Pengesahan Walikota Bekasi, Jawa Barat. Dan keputusan Mendagri Nomor: 132.32-114 Tahun 2003 Tentang Pengesahan Walikota Bekasi, Jawa Barat H Akhmad Zurfaih HR, S.Sos yang didampingi oleh Mochtar Mohamad.

Menjelang hari kelahiran (jadi) Pemko Bekasi yang ke-9 tahun 2006, lokasi perkantoran atau pusat ibukota Pemko Bekasi dialihkan ke Jalan Jend. Ahmad Yani Nomor 1 Kecamatan Bekasi Selatan yang sebelumnya berpusat di Jalan Ir Juanda. Alasan pemindahan itu berlandaskan atas persetujuan penetapan pusat ibukota Pemko Bekasi yang disahkan oleh lembaga DPRD Kota Bekasi bernomor: 27/174.2/DPRD/2005 Tentang Persetujuan Pemindahan Pusat Ibukota Pemko Bekasi tertanggal 25 Juni Tahun 2005. Yang diketahui oleh Gubernur Jawa Barat dan Mendagri RI.

Di hari jadi Pemko Bekasi yang ke-10, yang bertepatan tanggal 11 Maret 2007, Pemko Bekasi telah melaksanakan berbagai aktivitas pemerintahan yang berpusat di Jl Jend Ahmad Yani No 1 Bekasi Selatan. Dan kondisi perkantoran representatif sebagai pusat dan pelayanan masyarakat Kota Bekasi.

Pada pemilu legislatif 2004 telah mengantarkan 54 orang wakil rakyat Kota Bekasi dari delapan partai politik: PKS (11), Golkar (9), PD (7), PAN (6), PDI-P (6), PPP (4) PDS (1), PBB (1). Periode 2004-2009, yang terpilih sebagai pimpinan DPRD Ketua H Rahmat Effendi, S.Sos, M.Si, (F-Golkar), didampingi oleh H Dadang Asgar Noor (F-PD) dan H Ahmad Saikhu (F-PKS).

Humas DPRD Kota Bekasi


klo ada tambahan tolong ditambahin ya :malu :cheers

:grp

freshwater
27-10-2009, 03:16 AM
Prasasti Tugu dan Bekasi

http://images.bekasiheritage.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RgfmGQoKCoMAAC1zXvE1/IMG_5132.JPG?et=BRshExryfitsTZ%2CB7sd9Bg

Bekasi memiliki sejarah yang panjang. Tumbuh dan berkembang seiring dengan hadirnya kali alam nan tua yang membentang dari selatan ke utara: Kali Bekasi. Ahli filology Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka berkeyakinan, kata Bekasi berasal dari kata Candrabhaga, salah satu kata yang tertera dalam prasasti Tugu.

Prasasti Tugu pertama kali ditemukan secara ilmiah pada 1878 di kampung Tugu, Cilincing, Bekasi (sejak 1970-an Cilincing masuk ke dalam wilayah DKI Jakarta). Tahun 1911 prasasti Tugu dipindahkan ke Museum Nasional, dan wujudnya bisa disaksikan sampai saat ini.

Pada awalnya prasasti Tugu dijadikan tontonan dan bahkan dikeramatkan warga yang percaya takhayul. Namun sejak dibaca dan diterjemahkan oleh peneliti Belanda, Prof. H. Kern, batu monolit besar berbentuk seperti telur tersebut dipastikan sebagai prasasti yang dibuat pada masa kerajaan Tarumanagara.

Para ahli arkeologi menyatakan, prasasti Tugu dibuat pada abad ke-5 Masehi oleh seorang raja Tarumanagara, bernama Purnawarman. Poerbatjaraka menguraikan kata Candrabhaga menjadi dua kata, yakni "Candra" dan "Bhaga". Kata "Candra" dalam bahasa Sanskerta adalah sama dengan kata "Sasi" dalam bahasa Jawa Kuno.

Akhirnya nama Candrabhaga diidentikkan dengan kata "Sasibhaga," yang diterjemahkan secara terbalik menjadi "Bhagasasi", dan lama kelamaan mengalami perubahan penulisan dan sebutan. Beberapa arsip abad ke-19 sampai awal abad ke-20, menerakan kata Bekasi dengan "Backassie", "Backasie", "Bakassie", "Bekassie", "Bekassi", dan terakhir "Bekasi".

Kalimat dalam prasasti Tugu yang berbentuk seloka tersebut ditranskrip sebagai berikut: Pura rajadhirajena guruna pinabhahuna khata khyatam purin phrapya. Candrabhagarnavam yayau pravarddhamanadwavincadvatsa (re) crigunaujasa narendradhvajbhunena (bhuten). Crimata Purnnavarmmana prarabhya Phalgune(ne) mase khata krshnatashimithau Caitracukla-trayodcyam dinais siddhaikavinchakai(h). Ayata shatsahasrena dhanusha(m) sacaten ca dvavincena nadi ramya Gomati nirmalodaka pitamahasya rajarshervvidarya cibiravanim.Bhrahmanair ggo-sahasrena(na) prayati krtadakshino.
Terjemahannya:Dahulu atas perintah rajadiraja Paduka Yang Mulia Purnwarman, yang menonjol dalam kebahagiaan dan jasanya di atas para raja, pada tahun kedua puluh dua pemerintahannya yang gemilang, dilakukan penggalian di Sungai Candrabhaga setelah sungai itu melampaui ibukota yang masyhur dan sebelum masuk ke laut. Penggalian itu dimulai pada hari kedelapan bulan genap bulan Phalguna dan selesai pada hari ketiga belas bulan terang bulan Citra, selama dua puluh satu hari. Saluran baru dengan air jernih bernama Sungai Gomati, mengalir sepanjang 6.122 busur melampaui asrama pendeta raja yang dipepundi sebagai leluhur bersama para brahmana. Para pendeta itu diberi hadiah seribu ekor sapi



Landmark Kota Bekasi = Extra Joss??

http://mycityblogging.com/bekasi/files/2007/10/landmark-bekasi1.jpg

Sebelum dibakar warga yang tergabung dalam Himpunan Putra Putri Patriot Bekasi (Hipprasi) atau Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKM) Baghasasi, Patung Lele dan buah Kecapi di simpang Bulan-Bulan merupakan salah satu landmark kota Bekasi. Landmark dalam arti bahwa patung lele dan buah kecapi menjadi patokan jika ingin mengadakan rendezvous. Simplenya, patung lele dan buah kecapi menjadi rujukan tempat untuk bertemu.

Patung lele dan buah kecapi sendiri dibuat pada masa Bupati Moch. Djamhari, bupati Bekasi yang kontroversial dan pernah menuai protes dan kehebohan karena membuat kolam renang mewah senilai 1 miliar padahal rakyatnya sendiri masih banyak yang berkubang dalam kemiskinan.

Pembuatan patung lele dan buah kecapi sebagai simbol masyarakat Bekasi sejak awal memang menuai kontroversi karena bagi masyarakat Bekasi, ikan Gabus dan buah Rambutan dianggap jauh lebih pas menjadi simbol Bekasi. Pertama karena memang ikan Gabus lebih mahal dan lebih “low profile” dibandingkan ikan Lele yang menjadi “pemakan segala”. selain itu, ikan Gabus juga mudah ditemukan disungai dan sawah di Bekasi sehingga cukup wajar menjadi simbol dibandingkan ikan lele yang ada disemua tempat. Buah Rambutan menjadi pilihan karena buah kecapi dianggap buah murahan.

Setelah dibakar pada tanggal 25 April 2002 karena dianggap sebagai “perkosaan budaya dan simbol penghinaan masyarakat Bekasi”, lokasi bekas patung lele sempat dibiarkan lama tanpa diganti menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Ketika kemarin melintasi ruas Bulan-Bulan depan stasiun KA Bekasi, saya baru menyadari bahwa bekas patung lele tersebut sudah digantikan oleh sebuah tugu, yang sayang sekali hanya berisi pesan komersial tanpa mengindahkan nilai seni.

Bagaimana tidak, seperti yang terlihat pada gambar, iklan Extra Joss justru mendominasi badan tugu. Saya tidak habis pikir apa alasan mendasar yang membuat orang-orang di Pemkot Bekasi menyetujui iklan Extra Joss yang mendominasi seluruh tugu. Bukan hanya disatu sisi melainkan disemua sisi.
Apakah karena alasan bisnis semata ? Uang semata ? Berapa banyak benefit yang didapatkan oleh kota Bekasi dari iklan Extra Joss dibandingkan jika tugu tersebut dibuat dalam bentuk yang lebih bermanfaat.

Jika dulu patung lele dan buah kecapi dibakar karena dianggap menghina masyarakat Bekasi, apakah pemasangan iklan secara mencolok tersebut tidak jauh lebih menghina ? Jika ikan lele dianggap sebagai simbol kerakusan, bagaimana dengan penempatan iklan komersil secara terang-terangan ? Apakah ini justru tidak menjadi simbol bahwa pemerintah kota Bekasi lebih mengutamakan kepentingan komersial semata ?

freshwater
27-10-2009, 03:19 AM
reserved buat tambahan dari para bebers bekasi :cheers

freshwater
27-10-2009, 03:24 AM
reserved buat tambahan dari para bebers bekasi :cheers

freshwater
27-10-2009, 03:33 AM
good info bro, tapi sayang ya sekarang Bekasi jadi kota mall yg bikin macet dmana2
wah disamperin mimin :malu
makasih udah mau mampir ya min :terharu

bener tuh min.. gw aja sekarang sedih sebagai orang yg tinggal dibekasi :(
maksudnya sih baik,untuk membuat bekasi maju..
tapi sekarang mall dimana2 :hammer
panasnya jadi lebih parah dari jakarta :((


kesel bener dah pokoknya :mad

freshwater
27-10-2009, 04:33 AM
iya bro gw kalo kesono demennya malem2, brangkat malem pulang juga malem, gw gak tahan banget panasnya. dah gitu pohonan makin jarang, gak kayak dulu waktu gw kecil :nohope:

Tapi ada kemajuan sih yang gw liat, terutama kualitas jalan kayaknya dah mulaen bagus ya.
setuju banget min :mad
btw bekasinya dimana min?

untuk jalanan udah lumayan bagus sih,tapi tetep aja macet dmana2 :nohope
terminal dari dulu ngga pernah bersih2 :((

mudah2an semakin kedepan,Bekasi semakin maju,indah dan bersih. :cheers
kaya slogannya selama ini yaitu Bekasi kota iman.

freshwater
27-10-2009, 06:05 PM
itu cuman karna kebanyakan walikota bekasi 'barangnya' dinamain si 'iman' bro :D

:ngacir:
:ngakak
bisa aja nih si mimin ;)


:ngacir

RitzRoscka™
27-10-2009, 06:53 PM
nice info gan :toss

freshwater
28-10-2009, 05:27 AM
nice info gan :toss
sama2 bro :)

freshwater
30-10-2009, 06:29 AM
lapak gw sepi :((

Janusandi
31-10-2009, 01:33 AM
mampir di bekasi:o

agiep
31-10-2009, 04:18 AM
mampir juga dibekasi :)

mampir di bekasi:o
wuih..apatar nya si akang :matabelo

neo_boys
04-11-2009, 07:09 PM
lapak gw sepi :((
sabar yah bro
ntar jg bakalan rame

freshwater
05-11-2009, 04:03 AM
sabar yah bro
ntar jg bakalan rame

iya bang :(
btw makasih ya atas penghijauannya ya bang :doa

freshwater
05-11-2009, 04:06 AM
sundul dulu biar pas 100 :)

neo_boys
06-11-2009, 10:08 PM
iya bang :(
btw makasih ya atas penghijauannya ya bang :doa
santai aja bang
akan ada episode selanjutnya ko :D

freshwater
01-12-2009, 03:27 AM
santai aja bang
akan ada episode selanjutnya ko :D
wuih..jadi enak :malu
sini gw cium lu bang :kissing:hammer:)

freshwater
27-06-2010, 08:36 AM
:woi dimana-mana sepi..krik..krik..krik..
beres2 dulu dah :bersih

cakill
24-07-2011, 06:36 AM
nice info puh :beer:

Wizardbee
24-08-2011, 06:42 AM
nice inpoh :D

Red Bee
17-11-2011, 08:43 PM
:virusnice inpoh kaks :D

ane orang baru bekasi nih :sedih

Red Bee
18-11-2011, 07:09 PM
spam atas ane :D

eaaaaaaaaa